Tuesday, 25 November 2014

ANTROPOLOGI MANUSIA DAN RAS



MANUSIA DAN RAS

       I.            KLASIFIKASI HEWAN
            Para ahli biologi yang mengemukakan evolusi organik menyimpulkan, bahwa antara semua makhluk hidup itu ada hubungan keturunan, untuk mengetahui kesimpulan tersebut para ahli telah menyusun klasifikasi zoologi dimana manusia termsuk kedalamnya. Penyusunan klasifikasi zoologi itu berdasarkan atas prinsip homologi, yaitu persamaan struktur anatomi, bukan atas dasar fungsi organis. Berdasarkan prinsip tersebut ahli taksonomi dapat menyusun klasifikasi zoology dan manusia dewasa termasuk kedalam:
                                                                      *        Dunia                    : Hewan
                                                                      *        Golongan              : Metazoa
                                                                      *        Phylum                 : Chordata
                                                                      *        Subphylum           : vertebrata
                                                                      *        Kelas                     : Mamalia
                                                                      *        Orde                    : Primat
                                                                      *        Suborder               : Antropoidea
                                                                      *        Keluarga               : Homonidea
                                                                      *        Genus                   : Homo
                                                                      *        Species                  : Sapiens
            Kelas mamalia terbagi kedalam tiga sub kelas yaitu :
ü  Sub kelas Prototheira
ü  Sub kelas Metotheira
ü  Sub kelas Eutheria
Eutheria termasuk mamalia yang memiliki plasenta dan manusia termsuk kedalam seub kelas ini. Pada manusia, struktur futusnya yang dikenal sebagai plasenta berkembang dengan baik dalam proses fertilisasi. Sub kelas Eutheria terbagi kedalam 9 orde, yang diantaranya yaitu : Edentata, Cetacean, Sirenia, Ungulate, Carnivore, Rodentia, Cheiroptera, Insectivore dan Primat. Oleh karena itu manusia termasuk kedalam orde Primat.
            Primat dapat dibagi menjadi tiga sub orde: Lemuroidae, Tarsioidae, dan Antropoidae. Dalam hal ini manusia digolongkan kedalam Antropoidae. Antropoidae terpecah menjadi tiga keluarga yaitu: Ceboidae, Ceropithecoidae dan Hominoidae. Hominoidae terbagi atas tiga genus: Pithecantropus, Australopithacienae, dan Homo. Dan manusia saat ini termasuk kedalam Homo sapiens yang berarti manusia cerdas dan bijaksana, dan homo sapiens ini terbagi menjadi beberapa golongan berdasarkan cirri fisik yang sama turun-temurun yang sering kita sebut dengan Ras.
    II.            EVOLUSI ORGANIK
            Morgan dalam bukunya yang berjudul The Scientific Basis of Evolution, mengemukakan organic evolution means, that animals and plants at present living on earth have desceneded from other in the past and that in the course of time a process of divergence has taken place, yang artinya bahwa evolusi organic berarti hewan dan tumbuhan yang hidup di bumi saat ini adalah akibat dari masa lampau dan dalam proses ini divergence telah terjadi, kemudian tetori lain di usung oleh Charles darwin pada tahun 1802-1889 dalam bukunya yang sangat terkenal The Origin of species by means of natural selection or the preservation of favoured races in the struggle for life, dalam bukunya itu yang menjadi dasar evolusi organic adalah seleksi alam dan seleksi seksual. Teori seleksi yang ditunjukan kepada dunia hewan ditunjukan juga kepada manusia, namun pada akhirnya timbul beberapa keberatan terhadap teori Darwin, antara lain bahwa variabilitas benar menimbulkan perubahan dan perbaikan, tetapi tidak menciptakan organism baru.
 III.            MANUSIA PURBA
            Manusia purba adalah jenis manusia yang hidup pada zaman Prasejarah. Para ahli dapat mendiskripsikan kehidupan manusia purba setelah menemukan fosil dan artefak peninggalan manusia purba itu sendiri, penemuan berupa fosil ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
                                               *         Protoanthropik
                                               *         Palaeonthropik
                                               *         Neonthropik
Makhluk yang dapat digolongkan dalam Protoanthropik adalah Pithhecanthropus dan Sinanthropus, adapun yang termasuk kedalam Palaeonthropik adalah Homo Rhodesiensis, Homo Soloensis, dan Homo Heidelbergensis, sedangkan yang termasuk kedalam Neonthropik adalah Homo Cromanosis dan Homo Sapiens.
 Di Indonesia sendiri banyak ditemukan berbagai jenis manusia purba yang diantaranya adalah:
a)      Meganthropus
Cirri-ciri : -Rahang besar dan tegap             -Tulang kening menonjol
 -Graham besar                            -Tulang belakang kepala menonjol
 -Otot kunyah besar                     -Dagu tidak ada
b)      Pithecanthropus
Ciri-ciri : - Tinggi badan Antara 165-180 cm      -Kening menonjol dan dagu tidak ada
- Volume otak 750-1.000 cc                -tulang kepala menonjol
-Rahang dan graham kuat
c)      Homo
Ciri-ciri : - Tinggi badan Antara 130-210 cm           -Dahi dan kepala sudah membulat
                - Volume otak 1.000-2.000 cc                  -Muka tidak Masif
                -Rahang, gigi dan alat kunyah mengecil   -Berjalan dan berdiri tegak

A.    Homo Soloensis dan Homo Wajakensis
Soloensis ditemukan oleh Oppenoorth sekitar tahun 1931 di desa Ngandong, Jawa Tengah, ditepi Bengawan Solo. Secara anatomis Homo Soloensis sangat berbeda dengan Pithecantropus Erectus. Homo Soloensis hidup di zaman Pleistocenum atas, susuai dengan letak fosil di Ngandong.
Wajakensis ditemukan oleh B. D Van Rietschoten di Wajak dekat Tulung Agung, Jawa Timur . pada tahun 1889 diteliti oleh Dr. E, Dubois. Wajakensisi dimasukan kedalam masa pleistocenum, meskipun masih sukar untuk menetapkan waktunya dengan pasti. Kapasitas tengkorak Wajakensis adalah 1550 cc sampai 1650 cc dan mirip dengan tengkorak penduduk asli benua Australia.
B.     Meganthropus Palaeojavanicus
Meganthropus Palaeojavanicus berarti manusia raksasa yang berasal dari jawa, fosil manusia purba ini adalah jenis paling tua yang pernah ditemukan di Indonesia, penemunya adalah Von Koeningswald di daeraj sangiran. Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah serta gigi lepas. Berdasarkan umur pada lapisan tanah, diperkirakan fosil ini berumur 1-2 juta tahun yang lalu.
C.     Pithecanthropus
Fosil manusia purba ini banyak di temukan di daerah Indonesia, manusia ini hidup dizaman Ploeistocenum awal, tengah dan akhir sekitar 1-2 juta tahun yang lalu. Fosil manusia ini banyak ditemukan di daerah Mojekerto, Kedung Brubus, Trinil, Sangiran, Sambung Macan dan Ngandong.
Jenis-jenis Pithecanthropus
·         Pithecanthropus Mojokertensis, ditemukan tahun 1936 di sangiran pada lapisan Pleistosen Bawah

·         Pithecanthropus Erectus, artinya manusia kera yang berjalan tegak ditemukan tahun 1891 di Kedung Brubus, Trinil dan Sangiran pada lapisan Pleistosen tengah.

·         Pithecanthropus Soloensis, ditemukan pada lapisan Pleistosen tengah didaerah Sangiran serta pada lapisan Pleistosen atas di Ngandong.

 IV.            RAS DAN KLASIFIKASI RAS
Menurut Gill dan Gilbert, ras merupakan sekolompok manusia yang dapat dibedakan menurut karakteristik fisik yang dihasilkan melalui proses reproduksi, sedangkan menurut Daljoeni, ras suatu katagori dari seorang yang bias superior maupun interior, yang ditandai oleh karakteristik fisik, seprti warna kulit, tekstur rambut, lipatan mata dan pengelompokan manusia berdasarkan karakteristik biologis, seperti ras Mongoloid, Negroid, Kaukasoid.
A. Tanda-Tanda Fisik Yang Menjadi Dasar Pembagian Ras
a.       Bentuk badan
b.      Bentuk kepala
c.       Bentuk air muka dan tulang rahang bawah
d.      Bentuk hidung
e.       Warna kulit, mata dan rambut
f.       Bentuk rambut.
B. Pembagian Kelompok Ras
Klasifikasi Ras menurut C. Linneus pada tahun 1725, terbagi atas 4 golongan yaitu: Europeus Albus, Asiaticus luridus, Americanus rufus dan Afer niger, kemudian pada tahun 1755 klasifikasi ras dikemukan juga oleh Blumenbach, yang membagi kedalam 5 ras utama yaitu: Caucasia, Ethopia, Mongolia, Amerika dan Melayu. Blumenbach menggunakan ciri kulit dan geografi dalam system pembagiannya, kemudia setelah itu pada tahun 1933 Von Eickstedt mengemukakan adanya tiga ras besar utama yaitu: Europeid, Negrid dan Mongoloid. Indonesia sendiri termasuk kedalam ras Mongoloid, sementara Maluku dan Papua termasuk kedalam ras Negroid Oceanic.
C. Masalah Ras
Etnosentrisme adalah satu sifat manusia sebagai hasil dari kebudayaan yang menganggap bahwa cara hidup golongannya itu lebih baik, sedangkan cara hidup golongan lain tidak lebih baik dari golongannya. Prasangka ras selalu berjalan dengan prasangka golongan lain, prasangka ras dapat berkembang sebagai suatu ideology yang kita biasa sebut dengan Rasisme. Rasisme mengandung ajaran bahwa perbedaan kebudayaan dibawa oleh kelahiran dan karenanya tidak dapat diubah lagi. Pandangan yang mengandung prasangka terdapatnya perbedaan ras ialah pandangan yang dikemukan oleh Yoseph Arthur Gebineau tahun 1816-1892 dalam kitab yang berjudul Essay sur l’ine’ galite des races humaines, pandangannya itu berisi:
a.       Suku-suku bangsa yang masih liar itu biadab, meskipun dalam waktu yang silam mereka pernah mengadakan hubungan dengan bangsa-bangsa yang lebih tinggi peradabannya dan bagaimanapun mereka itu akan selalu menduduki tempat yang rendah.
b.      Suku-suku bangsa liar itu dapat hidup dalam peradaban yang tinggi, apabila bangsa yang menciptakan cara hidup dan peradabanya yang tinggi itu adalah cabang yang lebih tinggi daripada ras yang sama.
c.       Kondisi yang sama seperti tersebut diatas itu harus ada, kalau dua peradaban denang kuat saling mempengaruhi dan menimbulkan peradaban yang baru terdiri dari unsure-unsur yang terdapat dalam kedua peradaban itu dan peradaban itu tidak mungkin tercampur.
d.      Peradaban yang berasal dari ras yang berbeda tidak dapat saling mempengaruhi.

Monday, 10 November 2014

ANTARA BUDAYA DAN KEHIDUPAN MODERN



Indoseia adalah Negara dengan kebudayaan yang melimpah ruah di tengah keberadaanya sebagai Negara agraris dan Negara kepulauan terbesar didunia. Dengan ini Indonesia menampatkan dirinya sebagai Negara yang berbudaya dan beradat tinggi. Dengan keramah tamahannya serta di dukung dengan kebudayaan dan adat istiadatnya yang melimpah ruah, seharusnya Indonesia mampu membangun kebudayaannya sendiri tanpa harus ada budaya lain yang tercampur di dalam kebudayaan Indonesia. Namun hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya, kebudayaan yang sedang berkembang di Indonesia saat ini adalah kebudayaan kolonialisme, kapitalisme, kebudayaan yang datang dari luar dan kebudayaan konsumtif.
            Kebudayaan kolonialisme yang berkembang saat ini adalah membudayanya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang pada dasarnya sangat merugikan semua pihak terutama rakyat kecil, kebudayaan ini mulai berkembang saat pendudukan belanda di Indonesia, pada saat itu pula kita mengenal istilah korupsi, kolusi dan nepotisme, yang akhirnya membawa belanda dalam kebangkrutan.
            Sedangkan budaya kapitalisme yang berkembang saat ini di tengah-tengah kehidupan berdemokrasi adalah budaya yang berkaitan dengan produk ideology, seni, sastra, gaya hidup, kebiasaan , pola pikir, prilaku yang konsumtif dan lain sebagainya. Di era kapitalisme yang semakin majunya perkembangan ilmu teknologi dan pengetahuan semua manusia menilai segala sesuatunya dengan untung dan rugi dari kreativitas manusia yang di hasilkan baik barang maupun jasa untuk menghasilkan keuntungan yang melimpah dan untuk memperkaya diri sendiri.
            Setelah itu kita mengenal budaya luar yang sangat di kagumi oleh anak-anak remaja hingga dewasa. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang terbuka, oleh sebab itu kita harus bisa menyaring budaya yang datang dari luar agar bisa mendapatkan manfaat yang baik.
            Kemudian budaya luar yang ikut mengasingkan budaya bangsa Indonesia sendiri, adalah membudayanya gaya hidup ala barat dan pola pikir alat barat yang mengesampingkan agama, moral, etika, norma, adat istiadat, dan budaya yang tertanam sejak dulu, sehingga budaya ini tumbuh dan berkembang dikalangan remaja yang semakin menghilangkan moral berbangsa dan bernegara.
            Budaya konsumtifpun ikut menyemarakan kehidupan masyarakat Indonesia, kebudayaan konsumen yang bersifat konsumeris atau suka berbelanja menjadikan karakteristik  yang khas pada maysarakat Indonesia akhir-akhir ini. Kebudayaan konsumtif didefinisikan sebagai rasa prilaku konsumen yang berubah setiap hari. Budaya konsumen mengacu pada budaya konsumsi maysarakat Indonesia yang sangat tinggi dan mengacu pada produksi masa atas dasar ekonomi dan membentuk presepsi, nilai, hasrat, dan identitas personal.
            Memang benar bahwa di era globalisasi ini, sulit untuk membendung kebudayaan asing yang masuk dan menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Tapi kita juga harus bisa memilih dan memilah kebudayaan asing yang cocok untuk di terapkan di kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan norma dan adat istiadat yang berlaku di Indonesia agar tidak terjadi pertentangan antar budaya dan tidak pudarnya budaya sendiri di tengah budaya asing yang masuk dan menyerbu. Namun kita harus berusaha untuk menyaring budaya yang sesuai dengan aturan agama, norma, hukum, etika dan moral agar tidak sembarang kebudayaan bisa masuk dan menjadi kebiasaan atau gaya hidup yang telah mendarah daging.
            Saya kira dengan kemajemukan masyarakat Indonesia yang berpegang teguh pada 5 dasar pedoman hidup berfalsafah pancasila yang menjunjung tinggi adat dan kebiasaan rakyat Indonesia tidak perlu untuk melakukan penyerbukan silang antar budaya, karena ditakutkan hal semacam itu bisa mengubah pola pikir masyarakat Indonesia dan lebih memilih kebudayaan asing untuk dijadikan gaya hidupnya di tengah zaman yang modern ini. Tapi jika budaya asing yang akan disilangkan itu banyak manfaatnya, saya kira itu tidak menjadi masalah selama kita masih berpegang teguh pada norma dan pedoman hidup berpancasila.
            Memang tidak semua kebudayaan asing itu bersifat negatif bagi kita, tapi kita juga tidak bisa memungkiri bahwa banyak orang yang salah mengartikan dan salah menpraktekkannya di kehidupan bermasyarakat, sehingga kejadian-kejadian yang melanggar norma itu sering terjadi dan menimpah banyak kalangan, termasuk anak kecil yang masih di bawah umur. Oleh karena itu kita harus lebih pintar memilih kebudayaan yang mempunyai banyak nilai positif untuk menjadi kebudayaan baru masyarakat Indonesia tanpa harus meninggalkan kebudayaan dan kebiasaan masyarakat Indonesia, agar nantinya kebudayaan yang sudah ada tidak hilang begitu saja.
            Saat ini anak-anak remaja lebih terpaku dan menyenangi kebudayaan dari luar, seperti budaya dari korea, jepang, dan barat. Mereka lebih memilih semua itu, karena menurut mereka gaya hidupnya sesuai dengan apa yang mereka suka dan berkembang sesuai pergaulan saat ini. Disanalah peran kita untuk menciptakan budaya Indonesia yang baru dan tetap dengan  dilandasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di indoneisa tanpa harus mengasingkan budaya sendiri serta sesuai dengan perkembangan zaman, agar anak-anak remaja lebih memilih budaya yang berkembang di Indonesia dan merupakan budaya sendiri untuk menjadi gaya hidup dan pergaulan mereka, tapi semua itu bukan berarti budaya yang sudah ada tidak mengikuti pekerkembangan zaman atau kurang menarik untuk menjadi gaya hidup mereka, namun budaya yang baru lebih mereka sukai dan menjadi bagian dari pergaulan mereka.
            Perkembangan budaya daerah yang ada di Indonesia pada saat ini mengalami kemunduran akibat adanya budaya asing yang masuk dan di gandrungi oleh kebanyakan kaum muda, namun saat ini ada beberapa kelompok atau bahkan lebih di setiap daerahnya yang berusaha untuk melestarikan budaya daerah mereka masing-masing. Kelompok-kelompok itu yang digawangi oleh segelintir anak muda yang prihatin akan budayanya yang kian hari memudar karena di tinggalkan oleh mereka, karena lebih tertarik pada budaya luar yang menurutnya lebih modern dan sesuai dengan usia mereka. Keprihatinan inilah yang mendorong kaum muda mudi di bantu oleh para tokoh budayawan lokal untuk ikut ambil bagian melestarikan dan mengembangkan keseniannya untuk di gemari oleh anak muda lainnya agar mereka tak melupakan budaya mereka sendiri dan bahkan akhir-khir ini ada sekelompok pemuda dengan kesenia yang mereka lakoni berlaga dikancah nasional atau internasional, sehingga mereka mampuh mengharumkan nama daerahnya dengan kesenian dan budaya yang mereka tampilkan.
            Kita bisa melihat usaha anak muda ini di sebuah sanggar seni atau sebuah perkumpulan yang membahas dan bergerak di bidang kesenian dan budaya daerah, mereka dengan telatennya mempelajari lagi kesenian yang telah lama mereka tinggalkan. Antusias mereka yang kembali mempelajari kesenian dan budayanya itu terlihat dari banyaknya anggota perkumpulan dan sanggar seni yang mereka ikuti.
            Salah satu bukti bahwa sebagian anak muda mulai simpati kepada budaya dan kesenian mereka, di sebuah kampung di Majalaya, tepatnya arah timur kota Bandung ada beberapa sanggar seni yang berhasil anak muda itu kembangkan, salah satunya adalah sanggar seni yang mempelajari tari jaipong dan ini di latih langsung oleh seorang gadis yang berusia sekitar 18 tahun, kemudian setelah itu ada padepokan pencak silat yang kebanyakan anggotanya terdiri dari anak-anak usia Tk hingga orang dewasa usia SMA. Ini membuktikan bahwa kali ini budaya Indonesia mulai di gemari dan lestarikan oleh anak muda Indonesia.
            Terlepas dari semua itu ada pula sekelompok pemuda yang mencampurkan kesenian daerah dengan kesenian luar, inipun tak menjadi masalah karena yang di padukan masih berdasarkan atas kebudayaan Indonesia itu sendiri dan ini banyak di gemari oleh anak muda yang menyukai sesuatu yang baru. Kita boleh memadukan budaya asing dengan budaya lokal asalkan unsure dari budaya lokal tidak hilang.
            Bahkan saat ini inovasi terbarunya adalah perpaduan alat musik daerah dengan alat musik modern memberikan warna dalam musik menjadi lebih etentik, contohnya alat musik angklung dengan alat musik drum, gitar, bass dll. Dengan inovasi seperti itulah kebudayaan dan kesenian perlahan-lahan naik lagi kepermukaan dan menjadi kebudayaan baru unutuk ikut menjadi bagian dari gaya hidup pemuda saat ini.
            Memang kita harus bersifat terbuka, tapi kita juga harus mempunyai sifat selektif untuk bisa menentukan budaya mana yang baik untuk kita sendiri agar bisa di nikmati dan kita tiru sebagai gaya hidup baru yang membawa perubahan kearah yang lebih baik  tanpa mengesampingkan budaya yang ada dan tidak menghilangkan norma yang telah mengakar.
            Penyilangan budaya sangat baik untuk membangun kebudayaan Indonesia, namun kita harus menilik lagi kebudayaan mana yang cocok untuk di padukan dengan kebudayaan kita. Agar nantinya tidak ada lagi pertentangan dan konflik social budaya yang menentang budaya baru untuk di budidayakan dan berkembang di Negara kita.
            Jika keindahan suatu budaya di padukan dengan keindahan budaya kita, saya yakin dari hasil itu masyarakat Indonesia bisa menikmati perpaduan dua budaya yang sesuai dengan gaya hidup mereka, tapi tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila serta adat dan kebiasaan masyarakat lokal yang telah ada dan kelak akan ikut menikmati perpaduan budaya itu, sehingga budaya Indonesia semakin beragam dan semakin kaya dan mampuh membangun benteng pertahanan budaya agar budaya negative dari luar tidak bisa masuk dan meracuni kehidupan kita. Setelah itu tinggal langkah kita baik tua maupun muda untuk mengembangkan dan mempertahankan budaya yang telah tercipta.
            Jadi kesimpulannya adalah, penyilangan budaya asing dengan budaya Indonesia adalah  strategi yang cukup bagus untuk mempertahankan dan membangun kembali budaya Indonesia yang telah mengalami kemunduran serta menciptakan budaya baru tanpa harus kehilangan nilai-nilai, etika, serta norma yang berlaku di Negara kita, namun kita tetap harus memperhatikan kualitas budaya asing yang akan di silangkan dengan budaya Indonesia, agar menghasilkan sebuah budaya yang tidak menyimpang dari kebiasaan dan adat istiadat yang tumbuh dan berkembang serta mengakar pada kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita harus menjadi masyarakat cerdas dan bijaksana untuk menyikapi hal baru agar tidak terjadi kesalah pahaman dan kekeliruan serta penyesalan di kemudian hari.

Tuesday, 9 September 2014

BAHAYA VIRUS EBOLA

Penyakit virus ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanya demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat itu, beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan.[1]
Virus mungkin didapatkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi (bisanya monyet atau kelelawar buah).[1] Penyebaran lewat udara belum pernah tercatat dalam lingkungan alami.[2] Kelelawar buah diyakini dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Begitu terjadi infeksi pada manusia, penyakit ini dapat menyebar pada orang-orang. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat semen selama hampir dua bulan. Untuk membuat diagnosis, biasanya penyakit lain dengan gejala serupa, seperti malaria, kolera dan demam berdarah virus lainnya harus dikecualikan terlebih dahulu. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.[1]
Pencegahannya meliputi upaya mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan dengan benar jika ditemukan penyakit tersebut. Memasak daging dengan benar dan mengenakan pakaian pelindung ketika mengolah daging juga mungkin berguna, begitu juga dengan mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit tersebut. Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati.[1]
Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini; upaya untuk membantu orang yang terjangkit meliputi pemberian terapi rehidrasi oral (air yang sedikit manis dan asin untuk diminum) atau cairan intravena.[1] Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi: seringkali menewaskan antara 50% hingga 90% orang yang terinfeksi virus.[1][3] EVD pertama kali diidentifikasi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini biasanya mewabah di wilayah tropis Afrika Sub-Sahara.[1] Sejak tahun 1976 (ketika pertama kali diidentifikasi) hingga 2013, kurang dari 1.000 orang per tahun telah terinfeksi.[1][4] Wabah terbesar hingga saat ini adalah wabah Ebola Afrika Barat 2014 yang sedang terjadi, dan melanda Guyana, Sierra Leone, Liberia dan kemungkinan Nigeria.[5][6] Hingga bulan Agustus 2014, lebih dari 1600 kasus telah diidentifikasi.[7] Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin; namun, belum membuahkan hasil.[1]

Friday, 5 September 2014

semua tentang Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau,[5] Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara.[6] Dengan populasi sekitar sebesar 260 juta jiwa pada tahun 2013,[7] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 230 juta meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.
Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor (mantan bagian provinsi dari indonesia). Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Melayu dan Papua di mana bangsa Melayu yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat. Berdasarkan bangsa yang lebih spesifik, suku bangsa Jawa adalah suku bangsa yang termasuk dalam rumpun bangsa Melayu Deutero dan terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia.[8] Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

Apa Itu Sahabat???

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.
Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban

Monday, 4 August 2014

Possible we could meet?

Ku tau hidup ini seperti air yang terus mengalir dan seperti angin yang terus berhembus. ku tau seikat lidi tak selamanya terikat dan sekumpul semut tak selamanya berkumpul. Terkadang aku bingung, kenapa harus ada perpisahan di saat pertemuan itu menjadi pengobat hati yang lara, karena kegelisahaan yang memporak porandakan hati.
Kini, waktu semakin bergulir dan kita harus mengakui bahwa kehidupan mendatang itu akan menyapa setiap orang yang masih menghela nafas, kihidupan dimana kita akan mempunyai pendamping hidup dan anak- anak yang akan menjadi pengobat rindu tak kala masa itu teringat kembali. kita bisa menceritakan kisah persahabatan yang mengharukan ini kepada setiap anak kita di saat sebelumia tidur.
Sungguh berat memang harus berpisah, tapi aku yakin kita masih bisa bertemu walau kita taksempat bercanda gurau atau tak sempat melirik satu sama lain. andai kalian tau, persahabatan terkadang merubah hati yang tadinya beku menjadi cair dan mengubah segala perbedaan menjadi hal yang paling menarik untuk di ingat. banyak pertanyakan yang ingin kutanyakan, tapi hati ini tak sanggup untuk bertanya karena terlalu rapuh untuk kehilangan orang yang telah mengisi hari-hari menjenuhkan di sekolah selama perjalanan menggapai tujuan yang hendak kita tuju.
ku yakin kita masih bisa bertatapmuka walau tak sesering dulu, tapi itu cukup untuk mengobati rindu hati ynag telah menggebu-gebu disaat kita benar-benar telah berpisah
mungkin kita akan bertanya kenapa awan selalu rindu hujan, kenapa ombak selalu rindu karang karena di balik semua itu aku sangat merindukan kalian semua.

jangan lupakan masa lalu, karena masa lalu bagian dari perjalan hidup kita dalam menggapai kesuksesan.

 selamat jalan sobat, semoga waktu tak pernah menghapuskan memori indah kita yang pernah bergenggam erat dan melangkah bersama serta melakukan semua hal bersama.