Monday, 10 November 2014

ANTARA BUDAYA DAN KEHIDUPAN MODERN



Indoseia adalah Negara dengan kebudayaan yang melimpah ruah di tengah keberadaanya sebagai Negara agraris dan Negara kepulauan terbesar didunia. Dengan ini Indonesia menampatkan dirinya sebagai Negara yang berbudaya dan beradat tinggi. Dengan keramah tamahannya serta di dukung dengan kebudayaan dan adat istiadatnya yang melimpah ruah, seharusnya Indonesia mampu membangun kebudayaannya sendiri tanpa harus ada budaya lain yang tercampur di dalam kebudayaan Indonesia. Namun hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya, kebudayaan yang sedang berkembang di Indonesia saat ini adalah kebudayaan kolonialisme, kapitalisme, kebudayaan yang datang dari luar dan kebudayaan konsumtif.
            Kebudayaan kolonialisme yang berkembang saat ini adalah membudayanya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang pada dasarnya sangat merugikan semua pihak terutama rakyat kecil, kebudayaan ini mulai berkembang saat pendudukan belanda di Indonesia, pada saat itu pula kita mengenal istilah korupsi, kolusi dan nepotisme, yang akhirnya membawa belanda dalam kebangkrutan.
            Sedangkan budaya kapitalisme yang berkembang saat ini di tengah-tengah kehidupan berdemokrasi adalah budaya yang berkaitan dengan produk ideology, seni, sastra, gaya hidup, kebiasaan , pola pikir, prilaku yang konsumtif dan lain sebagainya. Di era kapitalisme yang semakin majunya perkembangan ilmu teknologi dan pengetahuan semua manusia menilai segala sesuatunya dengan untung dan rugi dari kreativitas manusia yang di hasilkan baik barang maupun jasa untuk menghasilkan keuntungan yang melimpah dan untuk memperkaya diri sendiri.
            Setelah itu kita mengenal budaya luar yang sangat di kagumi oleh anak-anak remaja hingga dewasa. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang terbuka, oleh sebab itu kita harus bisa menyaring budaya yang datang dari luar agar bisa mendapatkan manfaat yang baik.
            Kemudian budaya luar yang ikut mengasingkan budaya bangsa Indonesia sendiri, adalah membudayanya gaya hidup ala barat dan pola pikir alat barat yang mengesampingkan agama, moral, etika, norma, adat istiadat, dan budaya yang tertanam sejak dulu, sehingga budaya ini tumbuh dan berkembang dikalangan remaja yang semakin menghilangkan moral berbangsa dan bernegara.
            Budaya konsumtifpun ikut menyemarakan kehidupan masyarakat Indonesia, kebudayaan konsumen yang bersifat konsumeris atau suka berbelanja menjadikan karakteristik  yang khas pada maysarakat Indonesia akhir-akhir ini. Kebudayaan konsumtif didefinisikan sebagai rasa prilaku konsumen yang berubah setiap hari. Budaya konsumen mengacu pada budaya konsumsi maysarakat Indonesia yang sangat tinggi dan mengacu pada produksi masa atas dasar ekonomi dan membentuk presepsi, nilai, hasrat, dan identitas personal.
            Memang benar bahwa di era globalisasi ini, sulit untuk membendung kebudayaan asing yang masuk dan menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Tapi kita juga harus bisa memilih dan memilah kebudayaan asing yang cocok untuk di terapkan di kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan norma dan adat istiadat yang berlaku di Indonesia agar tidak terjadi pertentangan antar budaya dan tidak pudarnya budaya sendiri di tengah budaya asing yang masuk dan menyerbu. Namun kita harus berusaha untuk menyaring budaya yang sesuai dengan aturan agama, norma, hukum, etika dan moral agar tidak sembarang kebudayaan bisa masuk dan menjadi kebiasaan atau gaya hidup yang telah mendarah daging.
            Saya kira dengan kemajemukan masyarakat Indonesia yang berpegang teguh pada 5 dasar pedoman hidup berfalsafah pancasila yang menjunjung tinggi adat dan kebiasaan rakyat Indonesia tidak perlu untuk melakukan penyerbukan silang antar budaya, karena ditakutkan hal semacam itu bisa mengubah pola pikir masyarakat Indonesia dan lebih memilih kebudayaan asing untuk dijadikan gaya hidupnya di tengah zaman yang modern ini. Tapi jika budaya asing yang akan disilangkan itu banyak manfaatnya, saya kira itu tidak menjadi masalah selama kita masih berpegang teguh pada norma dan pedoman hidup berpancasila.
            Memang tidak semua kebudayaan asing itu bersifat negatif bagi kita, tapi kita juga tidak bisa memungkiri bahwa banyak orang yang salah mengartikan dan salah menpraktekkannya di kehidupan bermasyarakat, sehingga kejadian-kejadian yang melanggar norma itu sering terjadi dan menimpah banyak kalangan, termasuk anak kecil yang masih di bawah umur. Oleh karena itu kita harus lebih pintar memilih kebudayaan yang mempunyai banyak nilai positif untuk menjadi kebudayaan baru masyarakat Indonesia tanpa harus meninggalkan kebudayaan dan kebiasaan masyarakat Indonesia, agar nantinya kebudayaan yang sudah ada tidak hilang begitu saja.
            Saat ini anak-anak remaja lebih terpaku dan menyenangi kebudayaan dari luar, seperti budaya dari korea, jepang, dan barat. Mereka lebih memilih semua itu, karena menurut mereka gaya hidupnya sesuai dengan apa yang mereka suka dan berkembang sesuai pergaulan saat ini. Disanalah peran kita untuk menciptakan budaya Indonesia yang baru dan tetap dengan  dilandasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di indoneisa tanpa harus mengasingkan budaya sendiri serta sesuai dengan perkembangan zaman, agar anak-anak remaja lebih memilih budaya yang berkembang di Indonesia dan merupakan budaya sendiri untuk menjadi gaya hidup dan pergaulan mereka, tapi semua itu bukan berarti budaya yang sudah ada tidak mengikuti pekerkembangan zaman atau kurang menarik untuk menjadi gaya hidup mereka, namun budaya yang baru lebih mereka sukai dan menjadi bagian dari pergaulan mereka.
            Perkembangan budaya daerah yang ada di Indonesia pada saat ini mengalami kemunduran akibat adanya budaya asing yang masuk dan di gandrungi oleh kebanyakan kaum muda, namun saat ini ada beberapa kelompok atau bahkan lebih di setiap daerahnya yang berusaha untuk melestarikan budaya daerah mereka masing-masing. Kelompok-kelompok itu yang digawangi oleh segelintir anak muda yang prihatin akan budayanya yang kian hari memudar karena di tinggalkan oleh mereka, karena lebih tertarik pada budaya luar yang menurutnya lebih modern dan sesuai dengan usia mereka. Keprihatinan inilah yang mendorong kaum muda mudi di bantu oleh para tokoh budayawan lokal untuk ikut ambil bagian melestarikan dan mengembangkan keseniannya untuk di gemari oleh anak muda lainnya agar mereka tak melupakan budaya mereka sendiri dan bahkan akhir-khir ini ada sekelompok pemuda dengan kesenia yang mereka lakoni berlaga dikancah nasional atau internasional, sehingga mereka mampuh mengharumkan nama daerahnya dengan kesenian dan budaya yang mereka tampilkan.
            Kita bisa melihat usaha anak muda ini di sebuah sanggar seni atau sebuah perkumpulan yang membahas dan bergerak di bidang kesenian dan budaya daerah, mereka dengan telatennya mempelajari lagi kesenian yang telah lama mereka tinggalkan. Antusias mereka yang kembali mempelajari kesenian dan budayanya itu terlihat dari banyaknya anggota perkumpulan dan sanggar seni yang mereka ikuti.
            Salah satu bukti bahwa sebagian anak muda mulai simpati kepada budaya dan kesenian mereka, di sebuah kampung di Majalaya, tepatnya arah timur kota Bandung ada beberapa sanggar seni yang berhasil anak muda itu kembangkan, salah satunya adalah sanggar seni yang mempelajari tari jaipong dan ini di latih langsung oleh seorang gadis yang berusia sekitar 18 tahun, kemudian setelah itu ada padepokan pencak silat yang kebanyakan anggotanya terdiri dari anak-anak usia Tk hingga orang dewasa usia SMA. Ini membuktikan bahwa kali ini budaya Indonesia mulai di gemari dan lestarikan oleh anak muda Indonesia.
            Terlepas dari semua itu ada pula sekelompok pemuda yang mencampurkan kesenian daerah dengan kesenian luar, inipun tak menjadi masalah karena yang di padukan masih berdasarkan atas kebudayaan Indonesia itu sendiri dan ini banyak di gemari oleh anak muda yang menyukai sesuatu yang baru. Kita boleh memadukan budaya asing dengan budaya lokal asalkan unsure dari budaya lokal tidak hilang.
            Bahkan saat ini inovasi terbarunya adalah perpaduan alat musik daerah dengan alat musik modern memberikan warna dalam musik menjadi lebih etentik, contohnya alat musik angklung dengan alat musik drum, gitar, bass dll. Dengan inovasi seperti itulah kebudayaan dan kesenian perlahan-lahan naik lagi kepermukaan dan menjadi kebudayaan baru unutuk ikut menjadi bagian dari gaya hidup pemuda saat ini.
            Memang kita harus bersifat terbuka, tapi kita juga harus mempunyai sifat selektif untuk bisa menentukan budaya mana yang baik untuk kita sendiri agar bisa di nikmati dan kita tiru sebagai gaya hidup baru yang membawa perubahan kearah yang lebih baik  tanpa mengesampingkan budaya yang ada dan tidak menghilangkan norma yang telah mengakar.
            Penyilangan budaya sangat baik untuk membangun kebudayaan Indonesia, namun kita harus menilik lagi kebudayaan mana yang cocok untuk di padukan dengan kebudayaan kita. Agar nantinya tidak ada lagi pertentangan dan konflik social budaya yang menentang budaya baru untuk di budidayakan dan berkembang di Negara kita.
            Jika keindahan suatu budaya di padukan dengan keindahan budaya kita, saya yakin dari hasil itu masyarakat Indonesia bisa menikmati perpaduan dua budaya yang sesuai dengan gaya hidup mereka, tapi tetap mempertahankan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila serta adat dan kebiasaan masyarakat lokal yang telah ada dan kelak akan ikut menikmati perpaduan budaya itu, sehingga budaya Indonesia semakin beragam dan semakin kaya dan mampuh membangun benteng pertahanan budaya agar budaya negative dari luar tidak bisa masuk dan meracuni kehidupan kita. Setelah itu tinggal langkah kita baik tua maupun muda untuk mengembangkan dan mempertahankan budaya yang telah tercipta.
            Jadi kesimpulannya adalah, penyilangan budaya asing dengan budaya Indonesia adalah  strategi yang cukup bagus untuk mempertahankan dan membangun kembali budaya Indonesia yang telah mengalami kemunduran serta menciptakan budaya baru tanpa harus kehilangan nilai-nilai, etika, serta norma yang berlaku di Negara kita, namun kita tetap harus memperhatikan kualitas budaya asing yang akan di silangkan dengan budaya Indonesia, agar menghasilkan sebuah budaya yang tidak menyimpang dari kebiasaan dan adat istiadat yang tumbuh dan berkembang serta mengakar pada kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita harus menjadi masyarakat cerdas dan bijaksana untuk menyikapi hal baru agar tidak terjadi kesalah pahaman dan kekeliruan serta penyesalan di kemudian hari.

Tuesday, 9 September 2014

BAHAYA VIRUS EBOLA

Penyakit virus ebola (EVD) atau demam berdarah Ebola (EHF) adalah penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus Ebola. Gejalanya biasanya dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus, dengan adanya demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. Biasanya diikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Pada saat itu, beberapa orang mulai mengalami masalah pendarahan.[1]
Virus mungkin didapatkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi (bisanya monyet atau kelelawar buah).[1] Penyebaran lewat udara belum pernah tercatat dalam lingkungan alami.[2] Kelelawar buah diyakini dapat membawa dan menyebarkan virus tanpa terjangkit. Begitu terjadi infeksi pada manusia, penyakit ini dapat menyebar pada orang-orang. Pria yang selamat dari penyakit ini dapat menularkannya lewat semen selama hampir dua bulan. Untuk membuat diagnosis, biasanya penyakit lain dengan gejala serupa, seperti malaria, kolera dan demam berdarah virus lainnya harus dikecualikan terlebih dahulu. Untuk memastikan diagnosis, sampel darah diuji untuk antibodi virus, RNA virus, atau virus itu sendiri.[1]
Pencegahannya meliputi upaya mengurangi penyebaran penyakit dari monyet dan babi yang terinfeksi ke manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa hewan tersebut terhadap infeksi, serta membunuh dan membuang hewan dengan benar jika ditemukan penyakit tersebut. Memasak daging dengan benar dan mengenakan pakaian pelindung ketika mengolah daging juga mungkin berguna, begitu juga dengan mengenakan pakaian pelindung dan mencuci tangan ketika berada di sekitar orang yang menderita penyakit tersebut. Sampel cairan dan jaringan tubuh dari penderita penyakit harus ditangani dengan sangat hati-hati.[1]
Belum ada pengobatan khusus untuk penyakit ini; upaya untuk membantu orang yang terjangkit meliputi pemberian terapi rehidrasi oral (air yang sedikit manis dan asin untuk diminum) atau cairan intravena.[1] Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi: seringkali menewaskan antara 50% hingga 90% orang yang terinfeksi virus.[1][3] EVD pertama kali diidentifikasi di Sudan dan Republik Demokratik Kongo. Penyakit ini biasanya mewabah di wilayah tropis Afrika Sub-Sahara.[1] Sejak tahun 1976 (ketika pertama kali diidentifikasi) hingga 2013, kurang dari 1.000 orang per tahun telah terinfeksi.[1][4] Wabah terbesar hingga saat ini adalah wabah Ebola Afrika Barat 2014 yang sedang terjadi, dan melanda Guyana, Sierra Leone, Liberia dan kemungkinan Nigeria.[5][6] Hingga bulan Agustus 2014, lebih dari 1600 kasus telah diidentifikasi.[7] Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin; namun, belum membuahkan hasil.[1]

Friday, 5 September 2014

semua tentang Indonesia

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau,[5] Nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara.[6] Dengan populasi sekitar sebesar 260 juta jiwa pada tahun 2013,[7] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, sekitar 230 juta meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.
Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor (mantan bagian provinsi dari indonesia). Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Berdasarkan rumpun bangsa (ras), Indonesia terdiri atas bangsa asli pribumi yakni Melayu dan Papua di mana bangsa Melayu yang terbesar jumlahnya dan lebih banyak mendiami Indonesia bagian barat. Berdasarkan bangsa yang lebih spesifik, suku bangsa Jawa adalah suku bangsa yang termasuk dalam rumpun bangsa Melayu Deutero dan terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia.[8] Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

Apa Itu Sahabat???

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.
Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban

Monday, 4 August 2014

Possible we could meet?

Ku tau hidup ini seperti air yang terus mengalir dan seperti angin yang terus berhembus. ku tau seikat lidi tak selamanya terikat dan sekumpul semut tak selamanya berkumpul. Terkadang aku bingung, kenapa harus ada perpisahan di saat pertemuan itu menjadi pengobat hati yang lara, karena kegelisahaan yang memporak porandakan hati.
Kini, waktu semakin bergulir dan kita harus mengakui bahwa kehidupan mendatang itu akan menyapa setiap orang yang masih menghela nafas, kihidupan dimana kita akan mempunyai pendamping hidup dan anak- anak yang akan menjadi pengobat rindu tak kala masa itu teringat kembali. kita bisa menceritakan kisah persahabatan yang mengharukan ini kepada setiap anak kita di saat sebelumia tidur.
Sungguh berat memang harus berpisah, tapi aku yakin kita masih bisa bertemu walau kita taksempat bercanda gurau atau tak sempat melirik satu sama lain. andai kalian tau, persahabatan terkadang merubah hati yang tadinya beku menjadi cair dan mengubah segala perbedaan menjadi hal yang paling menarik untuk di ingat. banyak pertanyakan yang ingin kutanyakan, tapi hati ini tak sanggup untuk bertanya karena terlalu rapuh untuk kehilangan orang yang telah mengisi hari-hari menjenuhkan di sekolah selama perjalanan menggapai tujuan yang hendak kita tuju.
ku yakin kita masih bisa bertatapmuka walau tak sesering dulu, tapi itu cukup untuk mengobati rindu hati ynag telah menggebu-gebu disaat kita benar-benar telah berpisah
mungkin kita akan bertanya kenapa awan selalu rindu hujan, kenapa ombak selalu rindu karang karena di balik semua itu aku sangat merindukan kalian semua.

jangan lupakan masa lalu, karena masa lalu bagian dari perjalan hidup kita dalam menggapai kesuksesan.

 selamat jalan sobat, semoga waktu tak pernah menghapuskan memori indah kita yang pernah bergenggam erat dan melangkah bersama serta melakukan semua hal bersama.

Tuesday, 22 July 2014

10 Tsunami Paling Dahsyat di Dunia

10 Tsunami Paling Besar Di Dunia - Delapan ribu tahun lalu, sebuah gunung api menyebabkan salju longsor di Sisilia dan terjun bebas ke laut. Gelombang berkecepatan 200 mil per jam itu memicu tsunami penghancur yang menyebar di seluruh laut Mediterania.

Tidak ada catatan sejarah mengenai kejadian tersebut. Yang ada hanya catatan geologis, tetapi para ilmuwan mengatakan bahwa tsunami yang sempat terjadi tersebut lebih tinggi dari gedung tingkat 10.

Ini adalah 10 Tsunami Paling Besar Di Dunia yang tercatat dalam sejarah.

1. 1 November 1755, setelah gempa bumi kolosal menghancurkan Lisbon, Portugal dan pegunungan di Eropa, orang menyelamatkan diri dengan menggunakan perahu. Namun Tsunami akhirnya menyusul. Peristiwa mengerikan secara bersamaan tersebut membunuh lebih dari 60 ribu orang.


2. 27 Agustus 1883, letusan gunung Krakatau memicu terjadinya tsunami yang menenggelamkan 36 ribu orang Indonesia yang berada di pulau Jawa bagian barat dan utara Sumatera. Kekuatan gelombang mendorong 600 ton blok terumbu karang menuju tepi pantai.

3. 15 Juni 1896, gelombang setinggi 30 meter, disebabkan oleh gempa bumi menyapu pantai timur Jepang. Sebanyak 27 ribu orang menjadi korban.

4. 1 April 1946, tsunami April Fool, dipicu sebuah gempa yang terjadi di Alaska, membunuh 159 orang, kebanyakan berada di Hawaii.

5. 9 Juli 1958, diingat sebagai tsunami terbesar yang pernah dicatat oleh masa modern, Gempa di Teluk Lituya Alaska disebabkan oleh tanah longsor yang awalnya dipicu oleh gempa bumi berskala 8,3 skala richter. Gelombang sangat tinggi, tetapi karena wilayah tersebut relatif terisolasi dan kondisi geologinya unik maka tsunami tidak menyebabkan banyak kerusakan. Tapi hanya menenggelamkan satu perahu dan membunuh dua orang pelaut.

6. 22 Mei 1960, salah satu gempa besar yang tercatat manusia terjadi di Chile sebesar 8,6 skala richter, menciptakan tsunami yang menerjang pantai Chile dalam waktu kurang dari 15 menit. Gelombang setinggi 25 meter membunuh 1500 orang di Chile dan Hawaii.

7. 27 Maret 1964, dikenal sebagai gempa bumi Good Friday Alaska, dengan kekuatan sekitar 8,4 skala richter menggulung dengan kecepatan 400 mil per jam tsunami di Valdez Inlet dengan ketinggian 67 meter, membunuh lebih dari 120 orang. Sepuluh orang yang menjadi korban di kota Crescent, di utara California, yang sempat menyaksikan gelombang setinggi 6,3 meter.

8. 23 Agustus 1976, sebuah tsunami di barat daya Filipina membunuh 8 ribu korban gempa bumi.

9. 17 Juli 1998, sebuah gempa berkekuatan 7,1 skala richter menyebabkan tsunami di Papua Nugini yang membunuh 2200 orang dengan sangat cepat.

10. 26 Desember 2004, gempa kolosal dengan kekuatan 9,1 dan 9,3 skala richter mengguncang Indonesia dan membunuh 230 ribu jiwa, sebagian besar karena tsunami. Gempa tersebut dinamakan sebagai gempa Sumatera-Andaman dan tsunami yang terjadi kemudian dikenal sebagai tsunami lautan Hindia. Gelombang yang terjadi menimpa banyak belahan dunia lain, sejauh hingga Nova Scotia dan Peru.